Foccus Group Disscussion (FGD) Analisa Kemiskinan Partisipatif

Kemiskinan adalah kondisi ketidakmampuan sosial dan ekonomi seseorang atau sekelompok orang untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Kemiskinan juga dipahami sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Disamping kebutuhan-kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, kondisi kemiskinan juga didukung oleh ketidakmampuan untuk memperoleh kebebasan dalam memilih dan berpartisipasi.

Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang tidak hanya menyangkut masalah pendapatan. Masalah lain, seperti kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, kondisi geografis, gender, dan kondisi lingkungan merupakan dimensi-dimensi kemiskinan yang juga memengaruhi kondisi seseorang atau rumah tangga dalam status kemiskinan.

Perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah membawa implikasi terhadap semakin mendesaknya upaya-upaya untuk mengatasi kemiskinan. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat miskin menjadi tanggung jawab yang lebih besar bagi pemerintah daerah.

Dalam konteks Kota Salatiga, Pemerintah telah melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dikategorikan dalam 4 (empat) Kelompok Program, yaitu Pokgram Bantuan Sosial, Pokgram Pemberdayaan Masyarakat, Pokgram Pemberdayaan UMKM, dan Pokgram Lainnya (yang tidak termasuk dalam ketiga pokgram tersebut). Keempat Kelompok Program tersebut diimplementasikan dalam tiga pokgram oleh berbagai Perangkat Daerah dengan kelompok sasaran yang ada di masyarakat. Namun demikian dalam implementasinya sudah tentu masih terdapat beberapa isu yang mungkin belum teridentifikasi sesuai dengan kondisi yang ada.

Oleh karena itu, perlu melakukan Advokasi melalui Focus Grup Disscussion (FGD) sebagai langkah untuk identifikasi permasalahan kemiskinan di tingkat basis. FGD merupakan salah satu bentuk advokasi kebijakan publik secara partisipatif. Melalui FGD akan dapat diidentifikasikan isu atau permasalahan terkait dengan kemiskinan, yang kemungkinan belum terdidentifikasi sebelumnya. Selain itu, melalui FGD sebagai bentuk pendekatan partisipatif, diharapkan akan dapat menggali informasi dan permasalahan yang benar-benar ada di masyarakat. Pelaksanaan FGD selama 4 hari  yaitu tanggal 25, 26, 30, 31 Juli 2018 dilakukan di 4 (empat) kelurahan yang dianggap bisa merepresentasikan permasalahan-permasalahan kemiskinan antara lain Kelurahan Noborejo, Kelurahan Kumpulrejo, Kelurahan Sidorejo Lor, Kelurahan Sidorejo Kidul.

Peserta FGD terdiri dari para pihak terkait (stakeholders) yang dianggap berkompeten dan mewakili unsur-unsur yang ada dalam masyarakat, unsur OPD, serta unsur mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Gadjah Mada yang sedang melaksanakan kegiatan KKN di Wilayah Kelurahan Noborejo. Pelaksanaan FGD tersebut difasilitatori oleh unsur akademisi dari UKSW. Hasil dari FGD tersebut diharapkan bisa memberikan input terhadap penyusunan program-program penanggulangan kemiskinan dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kota Salatiga.