Sidomukti. Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah/RKPD Tahun Anggaran 2019, Pemerintah Kota Salatiga menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2019, di Ruang Kaloka Sekretariat Daerah Kota Salatiga , Selasa (27/02/18). Konsultasi Publik ini bertujuan untuk menentukan arah kebijakan Pembangunan Kota Salatiga Tahun 2019 dan mewujudkan perencanaan program dan kegiatan pembangunan Kota Salatiga Tahun 2019 yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan RPJMD Kota Salatiga Tahun 2017–2022. Dengan Konsultasi Publik diharapkan dapat terwujud koordinasi, sinergitas, effisiensi dan efektifitas dalam penyusunan prioritas rencana program kegiatan dan anggaran yang akan dituangkan dalam RKPD Tahun 2019.

Konsultasi Publik dibuka oleh Walikota Salatiga Yuliyanto, SE, MM. Hadir dalam acara tersebut unsur pimpinan DPRD Kota Salatiga, Kepala Instansi Vertikal di Kota Salatiga, Para Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Salatiga, Camat di Lingkungan Pemkot Salatiga, Para utusan Perguruan Tinggi, Ormas, Orsos dan LSM, Dalam sambutannya Kepala Bapelitbangda mengatakan bahwa prioritas pembangunan Tahun 2019 adalah Peningkatan kualitas sekolah terutama pada penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran pada PAUD, Dikdas dan Pendidikan Non Formal, Peningkatan peran dan komptensi guru terutama Kompetensi pedagogi Guru PAUD, SD dan SMP, Peningkatan peran Orang tua akan pentingnya pendidikan terutama pada pendidikan karakter, Pengembangan kurikulum muatan lokal terutama untuk menunjang pendidikan karakter, Peningkatan kesadaran masyarakat akan pelestarian budaya dan kesenian dengan budaya dan seni khas salatiga, Peningkatan aktivitas kesenian dan budaya dengan fokus pada Kesenian Tradisional dan budaya lokal, Pembangunan lapangan olahraga Sport Center dan bumi perkemahan, Meningkatkan kelangsungan hidup di 1000 hari pertama pasca kelahiran baik pada ibu dan bayi, peningkatan kualitas layanan di tingkat pertama, Penurunan gizi buruk difokuskan pada penanganan gizi buruk, stunting balita dan gizi lebih, Penurunan angka kesakitan di fokuskan pada penemuan penyakit menular (TB, HIV AIDS), pengendalian lingkungan dan perilaku hidup sehat, Mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan fokus meningkatkan jumlah peserta KB baru, peningkatan partisipasi KB Pria, Meningkatkan kesejahteraan sosial, kesetaraan gender dan perlindungan anak, Peningkatan pemenuhan pangan bagi masyarakat yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dalam rangka meningkatkan konsumsi energi dan protein masyarakat, Peningkatan kualitas pelayanan publik, Peningkatan infrastrukur dasar dan penunjang, Peningkatan kinerja perekonomian daerah Penanggulangan kemiskinan.(ratna)

